/home/oivyqlji/public_html/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:688 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 order by sb.last_update desc limit 10 offset 6780" ]
Bind Value ⚒️: []
Indonesia telah lama mengenal mata uang. Hal itu kita ketahui dari berita yang terdapat dalam beberapa prasasti Jawa Kuna, antara lain prasasti Poh (Randu Sari) dari jaman Dyah Balitung pada abad ke 10. Buku "Mata Uang dan Sejarah" ini berisi informasi mengenai perkembangan uang di Indonesia dari jaman Indonesia Kuna sampai uang yang berlaku di Indonesia menjadi rupiah.
Bukan hal baru, jika membicarakan adanya kandungan unsur sejarah pada naskah-naskah kuno tanpa mempertanyakan kebenarannya, sehingga menimbulkan keraguan yang pada akhirnya menimbulkan anggapan bahwa naskah hanyalah sebagai kesusastraan lama. Penerbitan buku "Unsur Sejarah dalam Naskah Melayu" tulisan Dra Yumsari Yusuf merupakan upaya Museum Nasional mengetengahkan hasil kajian naskah-naskah Me…