/home/oivyqlji/public_html/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:688 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 order by sb.last_update desc limit 10 offset 6120" ]
Bind Value ⚒️: []
kelanjutan buku pertama dan kedua yang telah dicetak terlebih dahulu. diharapkan buku ini dapat memberi gambaran umum yang bersifat teknis dan ilmiah maupun yang bersifat teknis dan ilmiah maupun yang bersifat administratif dalam proses pemugaran Candi Perwara Deret IV no 64
semua bangunan peninggalan sejarah dan purbakala di Indonesia dilindungi dan terikat oleh ketentuan Monumenten Ordonnantie Stbl. No 238, tahun 1931 hingga sekarang, maka setiap pemugaran peninggalan sejarah dan purbakala tidak boleh menyimpang dan harus sesuai dengan ketentuan tersebut.
the original name of the monumnet in the village is not known with certainty. the local inhabitants just call it at present after the name of the village : "Masjid Sendang Duwur or Makam Sunan Sendang"
Prambanan Temple or it is more well-known as the temple of Lara Jonggrang is on eof the cultural inheritnces from the ancestors of the Indonesian people having worldwide international value. people admires the reliefs, ornament engraved on the foot, the body, the walls of the temple
dalam perkembangan agama Buddha, banyak candi yang didirikan sebagai pemujaan, antara lain candi Borobudur, Pawon dan Mendut.
this publication is intended to be adequate information about the Ramayana story depicted on the reliefs of Candi ?iwa and Brahma, admired by the foreign as well as domestic tourist
perkembangan administrasi wilayah Nusa Tenggara Timur meliputi pulau besar dan kecil seperti Pulau Sumba, Pulau Flores dsb. Nusa Tenggara Timur pernah merasakan pengaruh dari Majapahit, Gowa, Bima, Ternate, namun pengaruh tersebut tidak mempersatuan wilayah dalam satu administrasi pemeritahan.