Text
Verhandelingen: Van Het Bataviaasch Genootschap Der Konsten En Wetenscahppen D.XLV. 1891
urnal Perkumpulan Kesenian dan Ilmu Pengetahuan Batavia, Edisi ke-45Verhandelingen atau Jurnal yang diterbitkan oleh Bataviaasch Genootschap der Kunsten en Wetenschappen Edisi ke-45 tahun 1891 ini memuat empat buah cerita daerah, yaitu:\\r\\n1. Mandjau Ari, cerita daerah Minangkabau, diterjemahkan oleh J.L. van Der Toorn, tahun 1885, dalam Bahasa Arab Melayu. (catatan: maksudnya dalam aksara Jawi/Arab-Melayu atau teks aksara Latin Cerita lisan oleh orang Padang (Minang) yang dikenal dengan nama chabar atau juga chabar pandjang. Ada banyak kisah yang terlahir di sana, namun yang menarik adalah cerita yang satu ini. Contohnya cerita Mandjan Ari di kalangan penduduk Agam Lama, atau Manang kerrang di Solok dan Singkarak. 2. Tjindoer Mato, legenda Minangkabau, diterjemahkan oleh J.L. van der Toorn, tahun 1886, dalam Bahasa Arab Melayu (catatan: Arab Melayu dalam arti aksaranya, atau aksara Latin?) Cerita yang mengangkat tentang sejarah Toeankoe Rang Moedo. Cerita ini mendapatkan tempat yang terhormat di masyarakat Minangkabau. 3. Daftar Kata Bahasa Lampung-Bahasa Belanda, khususnya dialek Kroë, tahun 1891 oleh O.L. Helfrich, controleur (kepala distrik) pada Departemen Dalam Negeri, Hindia-Beanda. 4. Kumpulan teks dan cerita Lampung, transliterasi dikerjakan di bawah pengawasan O.L. Helfrich, Controleur (kepala distrik), Departemen Dalam Negeri, tahun 1891. Bahasa Lampung.
Tidak tersedia versi lain