Text
Verhandelingen Batavia Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen D.LXXIV Stuk 1 1938 (SALINAN)
Verhandelingen atau Jurnal yang diterbitkan oleh Bataviaasch Genootschap der Kunsten en Wetenschappen Jilid ke-74 Bagian Pertama Tahun 1938 ini terdiri dari satu judul besar yaitu Niassche priesterlitanieen Opgeteekend Op De Batoe-Eilanden, Met Vertaling En Aanteekeningen / door W.L. Steinhart (Litani Imam Nias Dicatat di Kepulauan Batu, dengan Terjemahan dan Anotasi oleh W. L. Steinhart. Steinhart menghadiahkan karya ini dalam rangka Peringatan 50 Tahun Penugasan Zending di Kepulauan Batu. Karya ini dipersembahkan untuk Organisasi Pusat Lutherian Belanda. Ia bercerita tentang litani pertama yang disebarkan dari mulut ke mulut oleh Imam Täja Dzisiwa di Desa Bawo Dobara di Tello. Penyebaran yang kedua adalah oleh Imam Olito Gere di Pulau Botua.\r\nVerhandelingen atau Jurnal yang diterbitkan oleh BataviaaschKedua teks tersebut dibacakan ketika pendeta ingin mengantarkan pengajaran Injil kepada penduduk. Dua karya awal tadi menurut para pendeta, adalah litani yang sangat menyeluruh. Di masa-masa selanjutnya, banyak pendeta atau suster yang memiliki litani yang lebih singkat atau lebih pendek, menyesuaikan dengan kebutuhan. Steinhart menjelaskan litani-litani yang diingat oleh para pendeta (imam) dan para suster. Menurut Steinhart, litani pertama utamanya bertujuan agar pendeta-pendeta di masa mendatang menuruti atau taat kepada Silewe Ana’a. Orang berpendapat bahwa alam semesta terdiri dari Sembilan lapisan, dan Silewe Ana’a adalah suster pertama yang ditunjuk sebagai suster pertama oleh Lowalani. Sedangkan teks kedua, menurut Steinhart, isinya terutama tentang adab-adab ketika anak lahir, pendirian tempat ibadah umat, tentang karakter pendeta dan suster, menggambarkan patung-patung untuk penyembuhan luka, pekerjaan pendeta ketika pandemi, setelah kematian, pengumpulan semangat hidup, tentang tempat pengurbanan serta tempat khutbah untuk pendeta. Genootschap der Kunsten en Wetenschappen Jilid ke-74 Bagian Pertama Tahun 1938 ini terdiri dari satu judul besar yaitu Niassche priesterlitanieen Opgeteekend Op De Batoe-Eilanden, Met Vertaling En Aanteekeningen / door W.L. Steinhart (Litani Imam Nias Dicatat di Kepulauan Batu, dengan Terjemahan dan Anotasi oleh W. L. Steinhart. Steinhart menghadiahkan karya ini dalam rangka Peringatan 50 Tahun Penugasan Zending di Kepulauan Batu. Karya ini dipersembahkan untuk Organisasi Pusat Lutherian Belanda. Ia bercerita tentang litani pertama yang disebarkan dari mulut ke mulut oleh Imam Täja Dzisiwa di Desa Bawo Dobara di Tello. Penyebaran yang kedua adalah oleh Imam Olito Gere di Pulau Botua.
Tidak ada salinan data
Tidak tersedia versi lain