Text
Verhandelingen Batavia Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen D.LXXI Stuk 2 1932
Verhandelingen Van Het Koninklijk Bataviaasch Genootschap Van Kunsten En Wetenschappen Jilid ke-71 Bagian Kedua Tahun 1932 ini berisi artikel berjudul Woordenboek Der Fordaatsche Taal (Kamus Bahasa Fordata) oleh P. Drabbe, MSC, seorang Misionaris Katolik-Roma di Tanimbar. Bahasa Fordata adalah bahasa Austronesia yang dituturkan di Kepulauan Tanimbar, Indonesia. Suku Tanimbar adalah kelompok etnis atau masyarakat asal Indonesia yang mendiami Kepulauan Tanimbar yang berasal dari campuran Austronesia-Papua. Untuk menggunakan kamus ini, setidaknya orang harus memiliki sedikit pengetahuan mengenai tata Bahasa Fordata. Hal yang paling mendasar adalah bahwa bahasa ini tidak memiliki abjad c, g, p, q, x dan z, namun terdapat abjad ng dan hamzah. Bahasa Fordata memiliki ragam kata yang terdiri hanya dari satu huruf saja. Selain itu bahasa ini tidak mengenal bentuk waktu seperti Bahasa Belanda yang memiliki bentuk lampau. Penulisan arti dari kata kerja tidak diberikan dengan cara khusus, bahkan ada juga beberapa kata yang tidak memiliki arti yang pasti dalam Bahasa Belanda. Beberapa jenis tumbuhan atau binatang juga tidak dapat dibedakan satu dengan lainnya. Sebagai contoh, banyak jenis pohon yang hanya disebut dengan kata \\\"pohon\\\", begitu pun dengan beberapa jenis ikan dan burung. Pada akhirnya penulis mengingatkan bahwa dialek yang digunakan dalam kamus ini adalah Bahasa Fordata di Kampung Awear di Pulau Fordata.
Tidak tersedia versi lain