Perpustakaan Museum

  • Beranda
  • Informasi
  • Berita
  • Bantuan
  • Pustakawan
  • Area Anggota
  • Pilih Bahasa :
    Bahasa Arab Bahasa Bengal Bahasa Brazil Portugis Bahasa Inggris Bahasa Spanyol Bahasa Jerman Bahasa Indonesia Bahasa Jepang Bahasa Melayu Bahasa Persia Bahasa Rusia Bahasa Thailand Bahasa Turki Bahasa Urdu

Pencarian berdasarkan :

SEMUA Pengarang Subjek ISBN/ISSN Pencarian Spesifik

Pencarian terakhir:

{{tmpObj[k].text}}
Image of UPACARA-UPACARA DAYAK NGAJU DI KALIMANTAN TENGAH : ANTARA ADAT DAN AGAMA
Penanda Bagikan

Text

UPACARA-UPACARA DAYAK NGAJU DI KALIMANTAN TENGAH : ANTARA ADAT DAN AGAMA

Poltak Johansen - Nama Orang; M. Natsir - Nama Orang; SEPTI DHANIK PRASTIWI - Nama Orang;

Sebelum mengenal bermacam-macam agama resmi, orang Ngaju tidak dipisahkan dari kehidupan spiritualnya yang dikenal dengan kepercayaan Kaharingan. Berbagai macam upacara ritual dilakukan sebagai wujud implementasi kehidupan spiritual guna memberikan keseimbangan kehidupan manusia dengan alam sekitarnya. Mereka menyadari jika hal ini tidak dilaksanakan, akan mengganggu kehidupan mereka, termasuk dalam pekerjaan dan terlebih dalam aktivitas pertanian mereka. Tak satupun peristiwa penting yang dilalui tanpa upacara ritual baik dalam kehidupan maupun kematian. Beberapa diantaranya adalah Upacara Kehamilan dan Kelahiran yang meliputi Upacara Nyaki Ehet/Dirit (Upacara Tujuh Bulanan), Upacara Mangkang Kahang Badak (Upacara Sembilan Bulanan), dan Upacara Palas Bidan. Ada pula Upacara Masa Kanak-kanak, Upacara Perkawinan yang dilaksanakan oleh suku Dayak Ngaju dibagi dalam empat tahap yaitu Tahap Pertama, Tahap Kedua, Maja Misek, Perjanjian Laki-laki, dan Menyaki Rambat. Umumnya, masyarakat Ngaju yang sudah mulai mengenal dan memeluk agama resmi baik Kristen, Katolik atau Islam mengaggap ajaran Kaharingan telah menjadi adat bagi masyarakat Dayak. Mereka tetap melaksanakan upacara meski tidak sepenuhnya dan terkadang apa yang mereka lakukan sering dikatakan bertentangan dengan ajaran agama yang telah mereka anut.


Ketersediaan
#
Perpustakaan MNI Lantai 2 (10-B) 350 Be 2
M29597NI
Tersedia
Informasi Detail
Judul Seri
-
No. Panggil
350 Be 2
Penerbit
Bandung : MEDIA JAYA ABADI., 2019
Deskripsi Fisik
110 hlm.
Bahasa
Indonesia
ISBN/ISSN
978-623-7526-09-4
Klasifikasi
350
Tipe Isi
-
Tipe Media
-
Tipe Pembawa
-
Edisi
-
Subjek
Sosial
Suku
Adat Istiadat
Info Detail Spesifik
-
Pernyataan Tanggungjawab
-
Versi lain/terkait

Tidak tersedia versi lain

Lampiran Berkas
Tidak Ada Data
Komentar

Anda harus masuk sebelum memberikan komentar

Perpustakaan Museum
  • Informasi
  • Layanan
  • Pustakawan
  • Area Anggota

Tentang Kami

Berusia lebih dari dua abad, Perpustakaan Museum Nasional Indonesia tumbuh dari koleksi Bataviaasch Genootschap, lembaga ilmiah yang berdiri sejak 1778. Di dalamnya tersimpan warisan pengetahuan tentang Indonesia  mulai dari pra-sejarah, arkeologi, etnografi, dan kebudayaan, hingga bahasa dan ilmu pengetahuan yang menjadi rujukan kajian dan kegiatan permuseuman. Sejak awal berdirinya hingga kini, perpustakaan ini terus menjadi pusat rujukan bagi siapa saja yang ingin menyelami kajian tentang Nusantara.

Cari

masukkan satu atau lebih kata kunci dari judul, pengarang, atau subjek

Donasi untuk SLiMS Kontribusi untuk SLiMS?

© 2026 — Senayan Developer Community

Ditenagai oleh SLiMS
Pilih subjek yang menarik bagi Anda
  • Karya Umum
  • Filsafat
  • Agama
  • Ilmu-ilmu Sosial
  • Bahasa
  • Ilmu-ilmu Murni
  • Ilmu-ilmu Terapan
  • Kesenian, Hiburan, dan Olahraga
  • Kesusastraan
  • Geografi dan Sejarah
Icons made by Freepik from www.flaticon.com
Pencarian Spesifik
Kemana ingin Anda bagikan?