B.J. Habibie once argued that \\\"people have always underestimated me and that is why I am successful in many of the things that I have been involved in\\\". This introspection partly explains this very complex, yet brilliant individual, who has always confounded his critics. In his adult professional life, Habibie has been a great builder and facilitator, be it of aircraft, ships, institution…
\\\"Seseorang akan menjadi ilmuwan yang baik bukan hanya karena dia mendapatkan gelar Doktor, bukan pula karena peralatannya yang serba lengkap, tetapi karena dia berhasil menyelesaikan problema-problema dengan baik. Artinya, penilaian sebagai seorang ilmuwan yang berhasil, sebagai seorang ahli yang terkemuka dalam bidangnya, bukanlah dilakukan berdasarkan jumlah gelar-gelar kesarjanaan yang di…
Notulen van de Algemeene en Directievergaderingen van het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen Deel XLIII (1905) Aflevering 4 merupakan dokumen sumber primer esensial yang memuat risalah resmi rapat umum dan jajaran direksi dari lembaga ilmiah kolonial tertua di Asia Tenggara. Sebagai jilid penutup untuk pencatatan tahun anggaran 1905, edisi nomor 4 ini mendokumentasikan penyusu…
(1). Minister of State for Research and Technology of the Republic of Indonesia and Concurrently. (2). Chairman of the Agency for the Assessment and\\r\\nApplication of Technology. (3). Vice Chairman of the Counseling Board, Indonesian Strategic Industries, where H.E. President Soeharto is the Chairman.\\r\\n(4). Chief Executive Officer (CBO), President of the Agency for Strategic Industries. (…
SETELAH kembali jadi rakyat biasa, kesan orang dari luar mungkin memperkirakan B.J. Habibie sudah dapat menikmati hari tuanya, membaca, berkumpul selalu dengan keluarga, terlepas dari dunia luar dan tidak mau tahu apa yang terjadi dengan bangsa Indonesia. Ternyata semua itu keliru. B.J. Habibie masih seperti semula, perhatiannya kepada masalah kesejahteraan rakyat tidak berubah seperti ketika i…
Karya ini adalah hasil studi tentang tempat seorang pemimpin politik di Indonesia dengan basis kekuatan (politik) yang unik dan nonkonvensional: ilmu pengetahuan dan teknologi. Tokoh utama dalam studi ini adalah Prof. Habibie. Studi ini lebih bersifat analitis-deskriptif tentang hubungan antara penguasaan sains dan teknologi dengan munculnya basis kekuatan politik pada diri seseorang. Sesuai de…
\"... di dalam melakukan lompatan dalam Ilmu pengetahuan dan teknologi yang akan dan sedang kita laksanakan untuk meraih keberhasilan yang setara dengan bangsa-bangsa lain misalnya di dalam industri dirgantara, industri perkapalan, dan industri komunikasi dan informasi, industri energi, termasuk nuklir, ada sesuatu yang tidak boleh dikorbankan yaitu kebudayaan\r\n(Habibie, 1995; 456)