/home/oivyqlji/public_html/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:688 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.author) against (:author in boolean mode)))" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.author) against (:author in boolean mode))) order by sb.last_update desc limit 10 offset 0" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ ":author" => "'+Andi Zaenal Abidin'" ]
Buku memperlihatkan islamisasi yang berlangsung di kalangan orang Bugis di masa lampau, yang memanfaatkan epik-mitologi La Galigo sebagai medianya.
Migrasi bagi orang Bugis, telah berlangsung lama sejak abad XVII di Kepulauan Nusantara sebagai akibat Perang VOC-Makassar, terutama setelah jatuhnya Benteng Somba Opu serta direbutnya Tosara, ibukota Kerajaan Wajo, sekutu Kerajaan Makassar dan Kerajaan Luwu.\r\n\r\nOrang Bugis melakukan migrasi bukanlah semata-mata oleh faktor ekonomis, tetapi juga oleh faktor non ekonomis, yakni antara lain t…
Kotak Sawahlunto merupakan satu sampel dari sebuah kota yang dieksploitasi sejak masa kolonial. Ia tumbuh bagai ibu yang selalu \"mau tak mau\" untuk dihisap. Proses sejah menunjukkan kota Sawahlunto telah menjadi energi bagi kolonial Belanda untuk penguasaan ekonomi di sekitar Sumatra Barat. Pola kolonialisme yang tumbuh di kota Sawahlunto sejak akhir abad ke-19--yang bertandem pada kapitalism…