/home/oivyqlji/public_html/lib/SearchEngine/SearchBiblioEngine.php:688 "Search Engine Debug 🔎 🪲"
Engine Type ⚙️: "SLiMS\SearchEngine\SearchBiblioEngine"
SQL ⚙️: array:2 [ "count" => "select count(sb.biblio_id) from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.author) against (:author in boolean mode)))" "query" => "select sb.biblio_id, sb.title, sb.author, sb.topic, sb.image, sb.isbn_issn, sb.publisher, sb.publish_place, sb.publish_year, sb.labels, sb.input_date, sb.edition, sb.collation, sb.series_title, sb.call_number from search_biblio as sb where sb.opac_hide=0 and ((match (sb.author) against (:author in boolean mode))) order by sb.last_update desc limit 10 offset 20" ]
Bind Value ⚒️: array:1 [ ":author" => "'+Agus Santoso'" ]
Pembuatan benda terakota telah dimulai sejak masa prasejarah dan terus berkembang pada masa-masa sesudahnya. Pada masa prasejarah ini peranan benda terakota dalam kehidupan masyarakat sangat penting dan fungsinya tidak dapat dengan mudah digantikan alat-alat yang dibuat dari logam.
Proxemic pada dasarnya dapat dipandang dari dua segi, yaitu perihal jarak orang (-orang) dalam ruang, dan perihal jarak benda (-benda)/bangunan dalam ruang geografi. Proxemic dapat berperan dalam upaya menafsirkan makna jarak antarbangunan yang akan didirikan atau setelahnya, bahkan juga dapat diperluas dalam hal penataan benda atau objek dalam ruang sekunder yang diciptakan, proxemics sebaikny…